Category: Biografi Tokoh Terkenal Di Dunia


1. Nabi Muhammad SAW 51. Umar bin Khatab
2. Isaac Newton 52. Asoka
3. Nabi Isa 53. Sam Augustine
4. Buddha 54. Max Planck
5. Confucius 55. John Calvin
6. Saint Paul 56. William Morton
7. Thai Lun 57. William Harvey
8. Johan Gutemberg 58. Antoine Becquerel
9. Christopher Columbus 59. Greger Mendel
10. Albert Einstein 60. Joseph Lister
11. Karl Marx 61. Nicholas August Otto
12. Louis Pasteur 62. Louis Daguerre
13. Galileo Galilei 63. Joseph Stalin
14. Aristoteles 64. Rene Descartes
15. V.I. Lenin 65. Julius Caesar
16. Nabi Musa 66. Francisco Pizarro
17. Charles Darwin 67. Hernando Cortes
18. Chin Huang Ti 68. Ratu Isabella I
19. Agustus Caesar 69. William the Congqueror
20. Mao Tse-tung 70. Thomas Jefferson
21. Genghis Khan 71. Jean Jacques Rousseau
22. Euclid 72. Edward Jenner
23. Martin Luther 73. Wilhelm Rontgen
24. Nicolas Copernicus 74. Johan Sebastian Bach
25. James Watt 75. Lau-tzu
26. Constantine the Great 76. Enrico Ferni
27. George Washington 77. Thomas Maltus
28. Michael Faraday 78. Francis Bacon
29. James Clerk Maxwell 79. Voltaire
30. Orville dan Wilbur Wright 80. John F. Kennedy
31. Antoine Laurent Lavoisier 81. Gregory Pincus
32. Sigmund Freud 82. Sui Wen Ti
33. lskandar Zulkarnaen 83. Mani (Manes)
34. Napoleon Bonaparte 84. Vasco da Gama
35. Adolf Hitler 85. Charlemagne
36. William Shakespeare 86. Cyrys the Great
37. Adam Smith 87. Leonard Euler
38. Thomas Edison 88. Nicollo Machiavelli
39. Anton van Leuwenhoek 89. Zoroaster
40. Plato 90. Menes
41. Gugleilmo Marconi 91. Peter the Great
42. Ludwig van Beethoven 92. Mencius
43, Werner Heisenberg 93. John Dalton
44. Alexander G Bell 94. Homer
45. Alexander Fleming 95. Ratu Elizabeth I
46. Simon Bolivar 96. Justinian I
47. Oliver Cromwell 97. Johannes Kepler
48. John Locke 98. Pablo Picasso
49. Michelangelo 99. Mahavira
50. Pans Urban II 100. Niels Bohr

Ir. Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – wafat di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 – 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.
Ia menerbitkan Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial itu, yang konon, antara lain isinya adalah menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga kewibawaannya. Tetapi Supersemar tersebut disalahgunakan oleh Letnan Jenderal Soeharto untuk merongrong kewibawaannya dengan jalan menuduhnya ikut mendalangi Gerakan 30 September. Tuduhan itu menyebabkan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara yang anggotanya telah diganti dengan orang yang pro Soeharto, mengalihkan kepresidenan kepada Soeharto.
Latar belakang dan pendidikan
Soekarno dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya, Jawa. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Buleleng, Bali [1].
Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Pada usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya dan disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.) di sana sambil mengaji di tempat Tjokroaminoto. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).
Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.
Keluarga Soekarno
Istri Soekarno
Oetari
Inggit Garnasih
Fatmawati
Hartini
Ratna Sari Dewi Soekarno (nama asli: Naoko Nemoto)
Haryati
Putra-putri Soekarno
Guruh Soekarnoputra
Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2001-2004
Guntur Soekarnoputra
Rachmawati Soekarnoputri
Sukmawati Soekarnoputri
Taufan dan Bayu (dari istri Hartini)
Kartika Sari Dewi Soekarno (dari istri Ratna Sari Dewi Soekarno)
Masa pergerakan nasional
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.
Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hassan.
Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu.
Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.
Masa penjajahan Jepang

Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur
Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang sempat tidak memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk “mengamankan” keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang kurang begitu populer.
Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memperhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansyur dan lain lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.

Soekarno diantara Pemimpin Dunia
Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.
Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok.
Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.
Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang,antara lain dalam kasus romusha.
Masa Perang Revolusi

Ruang tamu rumah persembunyian Bung Karno di Rengasdengklok.
Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI,Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI, Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan tanggal turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP.Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada dimana 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap.
Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip Christison, Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu. (dibawah Inggris) meledaklah Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby.
Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.
Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/single executive). Selama revolusi kemerdekaan,sistem pemerintahan berubah menjadi semi-presidensiil/double executive. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.
Meski sistem pemerintahan berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara, tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.
Masa kemerdekaan

Soekarno dan Joseph Broz Tito
Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr Assaat, yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Soekarno. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional, tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya.
Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat dikalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai “kabinet semumur jagung” membuat Presiden Soekarno kurang mempercayai sistem multipartai, bahkan menyebutnya sebagai “penyakit kepartaian”. Tak jarang, ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Seperti peristiwa 17 Oktober 1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara.

Soekarno dan John F Kennedy
Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Ketimpangan dan konflik akibat “bom waktu” yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialisme dan kolonialisme, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang merubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam pemecahan konflik juga menjadi perhatiannya. Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia.

Soekarno dan Jawaharlal Nehru
Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional, Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara. Di antaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Fidel Castro (Kuba), Mao Tse Tung (RRC).
Masa-masa kejatuhan Soekarno dimulai sejak ia “bercerai” dengan Wakil Presiden Moh. Hatta, pada tahun 1956, akibat pengunduran diri Hatta dari kancah perpolitikan Indonesia. Ditambah dengan sejumlah pemberontakan separatis yang terjadi di seluruh pelosok Indonesia, dan puncaknya, pemberontakan G 30 S, membuat Soekarno di dalam masa jabatannya tidak dapat “memenuhi” cita-cita bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera.
Sakit hingga meninggal
Pada tanggal 19 Juni 2008, Pemerintah Kuba menerbitkan perangko yang bergambar Soekarno dan presiden Kuba Fidel Castro. Penerbitan itu bersamaan dengan ulang tahun ke-80 Fidel Castro dan peringatan “kunjungan Presiden Indonesia, Soekarno, ke Kuba“.
Penamaan
lengkap Soekarno ketika lahir adalah Kusno Sosrodihardjo. Ketika masih kecil, karena sering sakit-sakitan, menurut kebiasaan orang Jawa; oleh orang tuanya namanya diganti menjadi Soekarno. Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I., ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda)[rujukan?]. Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah.
Sebutan akrab untuk Ir. Soekarno adalah Bung Karno.
Achmed Soekarno
Di beberapa negara Barat, nama Soekarno kadang-kadang ditulis Achmed Soekarno. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat, sejumlah wartawan bertanya-tanya, “Siapa nama kecil Soekarno?” karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja atau tidak memiliki nama keluarga. Entah bagaimana, seseorang lalu menambahkan nama Achmed di depan nama Soekarno. Hal ini pun terjadi di beberapa Wikipedia, seperti wikipedia bahasa Ceko, bahasa Wales, bahasa Denmark, bahasa Jerman, dan bahasa Spanyol.
Sukarno menyebutkan bahwa nama Achmed di dapatnya ketika menunaikan ibadah haji.
Dan dalam beberapa versi lain, disebutkan pemberian nama Achmed di depan nama Sukarno, dilakukan oleh para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh negara-negara Arab.

Mahmoud Ahmadinejad atau bisa
dibaca Ahmadinezhad (bahasa
Persia: ; lahir 28 Oktober 1956)
adalah Presiden Iran yang keenam.
Jabatan kepresidenannya dimulai
pada 3 Agustus 2005. Ia pernah
menjabat walikota Teheran dari 3
Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu
ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal
secara luas sebagai seorang tokoh
konservatif yang mempunyai
pandangan Islamis.
Lahir di desa pertanian Aradan,
dekat Garmsar, sekitar 100 km dari
Teheran, sebagai putra seorang
pandai besi, keluarganya pindah ke
Teheran saat dia berusia satu tahun.
Dia lulus dari Universitas Sains dan
Teknologi Iran (IUST) dengan gelar
doktor dalam bidang teknik dan
perencanaan lalu lintas dan
transportasi.
Pada tahun 1980, dia adalah ketua
perwakilan IUST untuk perkumpulan
mahasiswa, dan terlibat dalam
pendirian Kantor untuk Pereratan
Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat)
, organisasi mahasiswa yang berada
di balik perebutan Kedubes Amerika
Serikat yang mengakibatkan
terjadinya krisis sandera Iran.
Pada masa Perang Iran-Irak,
Ahmedinejad bergabung dengan
Korps Pengawal Revolusi Islam
pada tahun 1986. Dia terlibat dalam
misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia
kemudian menjadi insinyur kepala
pasukan keenam Korps dan kepala
staf Korps di sebelah barat Iran.
Setelah perang, dia bertugas sebagai
wakil gubernur dan gubernur Maku
dan Khoy, Penasehat Menteri
Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan
gubernur provinsi Ardabil dari 1993
hingga Oktober 1997.
Ahmadinejad lalu terpilih sebagai
walikota Teheran pada Mei 2003.
Dalam masa tugasnya, dia
mengembalikan banyak perubahan
yang dilakukan walikota-walikota
sebelumnya yang lebih moderat
dan reformis, dan mementingkan
nilai-nilai keagamaan dalam
kegiatan-kegiatan di pusat-pusat
kebudayaan. Selain itu, dia juga
menjadi semacam manajer dalam
harian Hamshahri dan memecat
sang editor, Mohammad Atrianfar,
pada 13 Juni 2005, beberapa hari
sebelum pemilu presiden, karena
tidak mendukungnya dalam pemilu
tersebut.
Ahmadinejad diketahui pernah
bertengkar dengan Presiden
Mohammad Khatami, yang lalu
melarangnya menghadiri
pertemuan Dewan Menteri, suatu
hak yang biasa diberikan kepada
para walikota Teheran. Dia telah
mengkritik Khatami di depan
umum, menuduhnya tidak
mengetahui masalah-masalah
sehari-hari warga Iran.
Ahmadinejad memberi salam
hormat kepada Ayatollah
KhameneiSetelah dua tahun sebagai
walikota Teheran, Ahmadinejad lalu
terpilih sebagai presiden baru Iran.
Tak lama setelah terpilih, pada 29
Juni 2005, sempat muncul tuduhan
bahwa ia terlibat dalam krisis
sandera Iran pada tahun 1979. Iran
Focus mengklaim bahwa sebuah
foto yang dikeluarkannya
menunjukkan Ahmadinejad sedang
berjalan menuntun para sandera
dalam peristiwa tersebut, namun
tuduhan ini tidak pernah dapat
dibuktikan
Berikut data tentang Presiden
Mahmoud Ahmadinejad
Lahir : Aradan, 28 Oktober 1956
Jabatan : Presiden Iran yang keenam
Pendidikan : Gelar doktor dalam
bidang teknik dan perencanaan lalu
lintas dan transportasi Universitas
Sains dan Teknologi Iran (IUST)
Karir :
* Korps Pengawal Revolusi Islam
(1986)
* Insinyur kepala pasukan keenam
Korps dan kepala staf Korps di
sebelah barat Iran
* Wakil gubernur dan gubernur
Maku dan Khoy
* Penasihat Menteri Kebudayaan dan
Ajaran Islam
* Gubernur provinsi Ardabil
(1993-1997)
* Walikota Teheran (3 Mei 2003 – 28
Juni 2005)
* Presiden Iran (3 Agustus 2005 -
sekarang)
Tawa Saat Ahmadinejad Berpidato
di Universitas AS
New York (ANTARA News) -
Presiden Iran, Mahmoud
Ahmadinejad, yang dijelek-jelekkan
sebagai pembantah Holocaust,
pendukung teroris dan penyokong
gerakan perlawanan di Irak, ternyata
mampu mendatangkan tawa saat
berpidato di Columbia University,
Amerika Serikat (AS), meski bukan
lewat lelucon.
“Di Iran tidak ada homoseksual,
seperti di negara anda,” kata
Ahmadinejad, Senin, saat
menjawab pertanyaan mengenai
pelaksanaan hukuman mati di Iran
yang belum lama ini dilakukan
terhadap dua pria penyuka sejenis.
Ia menimpali, “Di Iran tidak ada
fenomena ini, saya tidak tahu siapa
yang memberitahukan kepada anda
bahwa kami punya hal begitu.”
Tawa keras dan cercaan “booo”
dilepaskan sekitar 700 orang,
kebanyakan mahasiswa, yang hadir
di Ivy League school. Mereka, antara
lain mengenakan kaos oblong
bertuliskan “Stop Ahmadinejad`s
Evil” (stop Iblis Ahmadinejad).
Pada bagian awal, dia
mengemukakan tentang Israel yang
menyiksa warga Palestina dan
program nuklir Iran yang bertujuan
untuk energi dan bukan untuk
senjata, sebelum komentar
mengenai homoseksual yang
memecahkan ketegangan.
Ahmadinejad yang berbicara dalam
bahasa Persia sebenarnya berusaha
membuat lelucon, namun tidak
berhasil membuat tawa karena
kemungkinan nuansanya hilang
dalam penerjemahan.
“Saya akan ceritakan satu lelucon di
sini,” katanya. “Saya pikir para
politikus yang mengusahakan bom
atom atau mengujinya,
membuatnya, secara politis mereka
terkebelakang, dungu.”
Hadirin ragu, sebagian bertepuk
tangan karena menganggapnya
sebagai pernyataan cinta damai
sedangkan lainnya bingung dengan
kata dungu yang peka.
Kunjungan Ahmadinejad yang pada
Selasa akan berpidato pada Sidang
Umum PBB itu tidak lepas dari
berbagai keberatan, seperti anggota
DPR AS asal daerah pemilihan New
York, Anthony Weiner, yang kepada
para pengunjuk rasa di depan
Markas Besar PBB mengatakan,
“kadang ada ular berkeliaran di
jalanan New York.”
Koran The New York Daily News di
berita utama halaman depan
menulis “The Evil Has Landed” (iblis
telah mendarat).
Rektor Universitas Columbia sama
saja, dia menjuluki Presiden Iran itu
“diktator picik dan jahat”.

Nama : Usamah bin Muhammad
bin Awwad bin Ladin
Lahir : Kota Jeddah, Arab Saudi, 28
Juni 1957
Jabatan : Pendiri Organisasi
Paramiliter Fundamentalis Islam
Sunni Al-Qaeda
Pendidikan : Lulusan Sarjana dalam
bidang Ekonomi dan Manajemen
Universitas King Abdul Aziz di
Jeddah (1979)
Karir :
Gerakan Konservatif Baru
(Ultrakonservatif)
Dinas Kepolisian yang
menegakkan hukum-hukum
syariah
Milisi Perang Kaum Pejuang
Afganistan yang dikenal sebagai
Kaum Mujahidin
Bekerja pada perusahaan
konstruksi dan bangunan milik
keluarga, Group Perusahaan Bin
Laden
Mendirikan Gerakan Al Qaeda,
sebuah organisasi para mantan
pejuang Mujahidin dan para
pendukung lainnya yang
membantu menyalurkan baik
dana maupun para pejuang bagi
gerakan pertahanan Afganistan
BIOGRAFI
Usamah bin Muhammad bin
Awwad bin Ladin (Usamah bin
Ladin atau Osama bin Laden),
dilahirkan pada tanggal 28 Juni 1957
di kota Jeddah. Beliau adalah pendiri
Al Qaedah. Osama adalah anak
ke-17 dari 52 bersaudara. Ayahnya
yang bernama Muhammad bin
Ladin, adalah seorang petani miskin
dari Yaman yang kemudian
bermigrasi ke Arab Saudi setelah
Perang Dunia II. Di tempat yang
baru ini Muhammad bin Ladin
memulai dengan usahanya yang
baru bergerak dalam bidang bisnis
pembangunan.
Pada akhirnya ia memenangkan
banyak kontrak bagi pembangunan
masjid-masjid dan istana-istana
yang sangat bernilai dari pemerintah
Arab Saudi. Oleh karena itu ia telah
mengembangkan tali persahabatan
yang sangat akrab dengan keluarga
Kerajaan Saudi. Muhammad bin
Ladin kemudian telah menjadi salah
seorang yang paling kaya di Arab
Saudi, yang diperkirakan memiliki
keuntungan miliaran dolar Amerika
Serikat. Dari keuntungannya ini
diperkirakan Muhammad bin Ladin
memiliki saham sebesar hampir 300
miliar dolar Amerika.
Ketika remaja, Osama bin Laden
telah bergabung dengan gerakan
Konservatif-Baru (Ultrakonservatif),
sebuah gerakan politik dalam agama
Islam yang sebagian mengadopsi
sebagiannya pemahaman salaf
(paham pemurnian agama para
ulama saudi) tetapi kurang
mendapat dukungan dari para
ulama, dan ia pernah masuk
kedalam dinas kepolisian yang
menegakkan hukum-hukum
syariah. Osamah kuliah di
Universitas King Abdul Aziz di
Jeddah, di mana ia berguru pada
Sheikh Abdullah Azzam yang
kemudian diketahui sebagai tokoh
utama yang memainkan peran
memobilisasi dukungan bangsa
Arab bagi kaum Mujahidin yang
berperang melawan pendudukan
Uni Soviet atas Afghanistan.
Osamah bin Ladin lulus pada tahun
1979 sebagai sarjana di bidang
Ekonomi dan Manajemen
Osama bin Laden mulai
membangun jaringan
komunikasinya pada tahun 1979
ketika ia berangkat ke Afganistan
bergabung dalam milisi perang
kaum pejuang Afgan yang dikenal
sebagai kaum mujahidin yang tetap
bertahan dan bertempur melawan
Soviet. Usamah menggalang dana
melalui jalur-jalur kekayaan dan
relasi-relasi koneksi keluarganya bagi
gerakan pertahanan Afgan, dan
membantu kaum Mujahidin dengan
bantuan logistik dan bantuan
kemanusiaan. Osamah juga terlibat
mengambil bagian dalam beberapa
pertempuran selama perang
Afganistan.
Ketika peperangan melawan Soviet
hampir berakhir, Usamah
mendirikan gerakan Al Qaeda,
sebuah organisasi para mantan
pejuang Mujahidin dan para
pendukung lainnya yang membantu
menyalurkan baik dana maupun
para pejuang bagi gerakan
pertahanan Afgan.
Ketika tentara-tentara Soviet menarik
mundur keluar dari Afganistan,
Osama bin Laden pulang kembali ke
Arab Saudi dan bergabung bekerja
pada perusahaan konstruksi dan
bangunan milik keluarga, Group
Perusahaan Bin Ladin. Di sini ia
kemudian terlibat bersama
kelompok orang-orang Saudi yang
berseberangan dan melawan
pemerintahan kerajaan Saudi, yakni
terhadap Keluarga Raja Fahd. Pada
tahun 1995, ia membangun
infrasruktur di Sudan ketika
hubungannya dengan Presiden
Umar Al Basyir dan Dr Hasan Turabi
yang memerintah Sudan.
Pada tahun 1994, Pemerintah Saudi
mencabut hak kewarganegaraan
Osama dan membekukan seluruh
asset dan kekayaannya di seluruh
negeri. Osama bin Laden diyakini
berbagai pihak sebagai tokoh pusat
dan kunci dari suatu koalisi
internasional dari kaum radikal
Islam.
Sejak tahun 1992, Pemerintah
Amerika Serikat memberi kesan
bahwa Osama bin Laden dan
anggota-anggota lainnya dari
gerakan Al Qaeda menjadi target
sasaran militer Amerika yang
bertugas di Arab Saudi, dan di
Yaman, dan satuan militer yang
ditugaskan di Tanduk Afrika,
termasuk di Somalia. Pada tahun
1996 Osama bin Laden dikenai
hukuman atas tuduhan melatih
orang-orang yang terlibat dalam
penyerangan pembunuhan tentara
pekerja sosial. Penegak hukum
Amerika Serikat juga menuduh
bahwa Usamah bin Ladin memiliki
jaringan dengan serangan-serangan
yang gagal ke atas dua hotel di
Yaman di mana para tentara
Amerika Serikat bermalam dalam
perjalanan mereka ke Somalia.
Presiden George W. Bush telah
menyatakan bahwa Osama adalah
tertuduh utama dalam serangan
teroris di kota New York dan
Washington pada tanggal 11
September 2001, sama persis
bahwa Usamah adalah tertuduh
pelaku utama dalam pengeboman
gedung World Trade Center pada
tahun 1993, dan serangan teroris
yang lain terhadap Kedutaan-
Kedutaan Besar Amerika Serikat,
kapal-kapal perang, dan aset-aset
Amerika Serikat lainnya.
Banyak pengamat Islam
Internasional mengatakan bahwa
perlawanan Osama bin Laden dan
Al Qaeda-nya akan tetap berlanjut
selama dunia barat khususnya
Amerika Serikat tidak mengubah
kebijakan yang dianggap tidak adil
terhadap negara-negara dunia
Islam. Kasus Palestina dan
keberpihakannya terhadap Israel
diantaranya, serta serangan dan
pendudukan terhadap Irak
membuat masalah yang dikatakan
dunia Barat sebagai terorisme tidak
akan selesai.

William Henry Gates III atau lebih
dikenal dengan nama Bill Gates
dilahirkan pada 28 Oktober 1955, di
Seattle, Washington. Bill Gates
adalah adalah anak kedua dari tiga
bersaudara. Ayahnya William Henry
Gates adalah seorang pengacara
perusahaan yang punya banyak
relasi di kota. Sedangkan ibunya
Mary Maxwell seorang pegawai First
Interstate Bank, Pacific Northwest
Bell dan anggota Tingkat Nasional
United Way.
Bill seorang anak yang cerdas, tetapi
dia terlalu penuh semangat dan
cenderung sering mengalami
kesulitan di sekolah. Ketika dia
berumur sebelas tahun, orang
tuanya memutuskan untuk
membuat perubahan pada dirinya
dan mengirimnya ke Lakeside
School, sebuah sekolah dasar yang
bergengsi khusus bagi anak laki-laki.
Di Lakeside itulah pada tahun 1968
Bill Gates untuk pertama kalinya
diperkenalkan dengan dunia
komputer, dalam bentuk mesin
teletype yang dihubungkan dengan
telepon ke sebuah komputer
pembagian waktu.
Dia dengan cepat menguasai BASIC,
sebuah bahasa pemograman
komputer, dan bersama dengan
para hacker yang belajar sendiri di
Lakeside, dia melewatkan waktu
ber-jam-jam menulis program,
melakukan permainan, dan secara
umum mempelajari banyak hal
tentang komputer. “Dia adalah
seorang eksentrik,” sebagaimana
salah seorang guru memberikan
Gates julukan itu. Bill Gates
menempuh kuliah di Harvard
University di Cambridge mulai tahun
1975. Di sana ia bertemu dengan
Paul Allen sewaktu sekolah
bersama-sama. Bersama Paul Allen,
Bill Gates terus mengembangkan
talentanya di bidang pemograman
komputer. Namun, Bill gates
memutuskan keluar (drop out)
untuk menyumbangkan wakunya
ke Microsoft.
Latar Belakang Pekerjaan
Melalui usaha kerasnya, perusahaan
yang ia dirikan yang bernama
Microsoft Corporation menjadi
sukses dan Bill Gates melambung
menjadi seorang jutawan. Di tahun
1990 Bill Gates sukses merilis sistem
operasi yang sangat sukses di
pasaran dunia. Namun, Bill Gates
juga mendapat reputasi yang tidak
baik dalam karirnya. Tidak hanya
satu kali, bahkan Bill Gates
melakukan beberapa kali kesalahan
dalam bisnis perangkat lunaknya. Di
tahun 1990 Bill Gates mendapat
tuntutan dari Departemen Keadilan
Amerika Serikat dengan dakwaan
Gates telah melakukan monopoli
terhadap perusahaan-perusahaan
kecil. Dan sekali lagi Bill Gates
tersandung oleh hukum undang-
undang bisnis Amerika Serikat pada
tahun 1999. Pada tahun 2000, Bill
gates mengundurkan diri dari
jabatannya sebagai Ketua Pegawai
Eksekutif dan ia memilih kembali ke
profesi lamanya yang ia cintai yaitu
Kepala Penelitian dan
Pengembangan Perangkat Lunak di
perusahaanya sendiri, Microsoft
Corp. Dan pada awal tahun 2008,
Bill Gates memutuskan untuk
mengundurkan diri dari manajemen
Microsoft dan mengkonsentrasikan
diri pada kerja kedermawanan
melalui yayasan sosial yang
didirikannya, yaitu Bill & Melinda
Gates Foundation.
Kehidupan Pribadi
Dalam kehidupan peribadinya, Gates
menikah dengan Melinda French
pada 1 Januari 1994. Mereka
mempunyai tiga orang anak,
Jennifer Katherine Gates (1996), Rory
John Gates (1999) dan Phoebe Adele
gates (2002). Dengan istrinya, Bill
Gates telah mendirikan Bill & Melinda
Gates Foundation, yang merupakan
sebuah Yayasan Sosial yang
memperhatikan pederita AIDS,
beasiswa bagi universitas-
universitas dan kepedulian pada
dunia ketiga. Para kritikus
mengatakan ini merupakan
pembuktian terhadap kemarahan
banyak orang tentang praktik
monopoli, adikuasa perusahaannya
dan beberapa kejahatan yang telah
ia lakukan, tetapi beberapa orang
yang dekat dengan Bill Gates berkata
bahwa ia memang telah lama
berencana untuk menyumbangkan
sebagian besar hartanya. Di tahun
1999 koran Washington Post
memberitakan bahwa “Gates telah
menyatakan bahwa dia
memutuskan untuk
menyumbangkan $5 milyar kepada
organisasi mereka. Hal itu tentu tidak
mengherankan karena menurut
survei Majalah Forbes, Bill Gates
selalu menjadi orang terkaya di
dunia berturut-turut selama tahun
1996 – 2004 dengan jumlah $ 90
Milyar. Dengan perjuangan dan
tekad yang keras kini Bill Gates telah
menggapai cita-citanya. Untuk
mencapai kesuksesan memang
diperlukan pengorbanan dan
perjuangan yang berat, namun
usaha keras dan sikap pantang
menyerah Bill Gates telah
membuahkan hasil yang dapat ia
nikmati saat ini.
FAKTA FAKTA KEKAYAAN BILL
GATES
Mau tau seberapa kaya sih Bill Gates
itu? Inilah Fakta-faktanya..
1. Bill Gates menghasilkan US$250
setiap detiknya, itu sekitar US$20
juta sehari dan US$7,8 milyar
setahun!
2. Jika dia menjatuhkan US$1.000,
dia bahkan tidak perlu repot-repot
lagi untuk mengambilnya kembali
karena sama dengan waktu 4 detik
untuk mengambil, dia sudah
memperoleh penghasilan dalam
jumlah yang sama.
3. Utang nasional Amerika sekitar US
$5,62 trilyun, jika Bill Gates akan
membayar sendiri utang itu, dia
akan melunasinya dalam waktu
kurang dari 10 tahun.
4. Dia dapat menyumbangkan US
$15 kepada semua orang di dunia
tapi tetap dapat menyisakan US$5
juta sebagai uang sakunya.
5. Michael Jordan adalah atlit yg
dibayar paling mahal di Amerika.
Jika dia tidak makan dan minum dan
tetap membiarkan penghasilannya
utuh dalam setahun sejumlah US
$30 juta, dia tetap harus menunggu
sampai 277 tahun agar bisa sekaya
Bill Gates sekarang.
6. Jika Bill Gates adalah sebuah
negara, dia akan menjadi negara
terkaya sedunia nomor ke 37 atau
jadi perusahaan Amerika terbesar
nomor 13, bahkan melebihi IBM.
7. Jika semua uang Bill Gates
ditukarkan ke dalam pecahan US$1,
kita dapat menyusunnya menjadi
jalan dari bumi ke bulan, 14 kali
bolak balik. Tapi jalan itu harus
dibuat non stop selama 1.400 tahun
dan menggunakan total 713 buah
pesawat Boeing 747 untuk
mengangkut semua uang itu.
8. Bill Gates sekarang berumur 40
tahun. Jika kita mengasumsikan dia
dapat hidup 35 tahun lagi maka dia
harus membelanjakan US$6,78 juta
per hari untuk menghabiskan
semua uangnya sebelum dia pergi
ke surga.
9. Tapi! Jika pemakai Microsoft
Windows dapat mengklaim US$1
untuk setiap kali komputernya hang
karena Microsoft Windows, Bill
Gates akan segera bangkrut dalam
waktu 3 tahun

Kyai Haji Abdurrahman Wahid,
akrab dipanggil Gus Dur lahir di
Jombang, Jawa Timur, 7 September
1940 dari pasangan Wahid Hasyim
dan Solichah. Guru bangsa,
reformis, cendekiawan, pemikir, dan
pemimpin politik ini menggantikan
BJ Habibie sebagai Presiden RI
setelah dipilih MPR hasil Pemilu
1999. Dia menjabat Presiden RI dari
20 Oktober 1999 hingga Sidang
Istimewa MPR 2001. Ia lahir dengan
nama Abdurrahman Addakhil atau
“Sang Penakluk”, dan kemudian
lebih dikenal dengan panggilan Gus
Dur. “Gus” adalah panggilan
kehormatan khas pesantren kepada
anak kiai.
Gus Dur adalah putra pertama dari
enam bersaudara, dari keluarga
yang sangat terhormat dalam
komunitas muslim Jawa Timur.
Kakek dari ayahnya, KH. Hasyim
Asyari, adalah pendiri Nahdlatul
Ulama (NU), sementara kakek dari
pihak ibu, KH Bisri Syansuri, adalah
pengajar pesantren.
Ayah Gus Dur, KH Wahid Hasyim,
terlibat dalam Gerakan Nasionalis
dan menjadi Menteri Agama pada
1949. Ibunya, Hj. Sholehah, adalah
putri pendiri Pondok Pesantren
Denanyar Jombang.
Setelah deklarasi kemerdekaan
Indonesia tanggal 17 Agustus 1945,
Gus Dur kembali ke Jombang dan
tetap berada di sana selama perang
kemerdekaan Indonesia melawan
Belanda.
Akhir 1949, dia pindah ke Jakarta
setelah ayahnya ditunjuk sebagai
Menteri Agama. Dia belajar di
Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum
pindah ke SD Matraman Perwari.
Gus Dur juga diajarkan membaca
buku non Islam, majalah, dan koran
oleh ayahnya untuk memperluas
pengetahuannya. Pada April 1953,
ayahnya meninggal dunia akibat
kecelakaan mobil.
Pendidikannya berlanjut pada 1954
di Sekolah Menengah Pertama dan
tidak naik kelas, tetapi bukan karena
persoalan intelektual. Ibunya lalu
mengirimnya ke Yogyakarta untuk
meneruskan pendidikan.
Pada 1957, setelah lulus SMP, dia
pindah ke Magelang untuk belajar di
Pesantren Tegalrejo. Ia
mengembangkan reputasi sebagai
murid berbakat, menyelesaikan
pendidikan pesantren dalam waktu
dua tahun (seharusnya empat
tahun).
Pada 1959, Gus Dur pindah ke
Pesantren Tambakberas di Jombang
dan mendapatkan pekerjaan
pertamanya sebagai guru dan
kepala madrasah. Gus Dur juga
menjadi wartawan Horizon dan
Majalah Budaya Jaya.
Pada 1963, Wahid menerima
beasiswa dari Departemen Agama
untuk belajar di Universitas Al
Azhar, Kairo, Mesir, namun tidak
menyelesaikannya karena kekritisan
pikirannya.
Gus Dur lalu belajar di Universitas
Baghdad. Meskipun awalnya lalai,
Gus Dur bisa menyelesaikan
pendidikannya di Universitas
Baghdad tahun 1970.
Dia pergi ke Belanda untuk
meneruskan pendidikannya, guna
belajar di Universitas Leiden, tetapi
kecewa karena pendidikannya di
Baghdad kurang diakui di sini. Gus
Dur lalu pergi ke Jerman dan Prancis
sebelum kembali ke Indonesia pada
1971.
Gus Dur kembali ke Jakarta dan
bergabung dengan Lembaga
Penelitian, Pendidikan dan
Penerangan Ekonomi dan Sosial
(LP3ES), organisasi yg terdiri dari
kaum intelektual muslim progresif
dan sosial demokrat.
LP3ES mendirikan majalah Prisma di
mana Gus Dur menjadi salah satu
kontributor utamanya dan sering
berkeliling pesantren dan madrasah
di seluruh Jawa.
Saat inilah dia memprihatinkan
kondisi pesantren karena nilai-nilai
tradisional pesantren semakin luntur
akibat perubahan dan kemiskinan
pesantren yang ia lihat.
Dia kemudian batal belajar luar
negeri dan lebih memilih
mengembangkan pesantren.
Abdurrahman Wahid meneruskan
karirnya sebagai jurnalis, menulis
untuk Tempo dan Kompas.
Artikelnya diterima baik dan mulai
mengembangkan reputasi sebagai
komentator sosial.
Dengan popularitas itu, ia
mendapatkan banyak undangan
untuk memberikan kuliah dan
seminar, sehingga dia harus pulang-
pergi Jakarta dan Jombang.
Pada 1974, Gus Dur mendapat
pekerjaan tambahan di Jombang
sebagai guru di Pesantren
Tambakberas. Satu tahun
kemudian, Gus Dur menambah
pekerjaannya dengan menjadi Guru
Kitab Al Hikam.
Pada 1977, dia bergabung di
Universitas Hasyim Asyari sebagai
dekan Fakultas Praktik dan
Kepercayaan Islam, dengan
mengajar subyek tambahan seperti
pedagogi, syariat Islam dan
misiologi.
Ia lalu diminta berperan aktif
menjalankan NU dan ditolaknya.
Namun, Gus Dur akhirnya
menerima setelah kakeknya, Bisri
Syansuri, membujuknya. Karena
mengambil pekerjaan ini, Gus Dur
juga memilih pindah dari Jombang
ke Jakarta.
Abdurrahman Wahid mendapat
pengalaman politik pertamanya
pada pemilihan umum legislatif
1982, saat berkampanye untuk
Partai Persatuan Pembangunan
(PPP), gabungan empat partai Islam
termasuk NU.
Reformasi NU
NU membentuk Tim Tujuh
(termasuk Gus Dur) untuk
mengerjakan isu reformasi dan
membantu menghidupkan kembali
NU. Pada 2 Mei 1982, para pejabat
tinggi NU bertemu dengan Ketua NU
Idham Chalid dan memintanya
mengundurkan diri. Namun, pada 6
Mei 1982, Gus Dur menyebut pilihan
Idham untuk mundur tidak
konstitusionil. Gus Dur mengimbau
Idham tidak mundur.
Pada 1983, Soeharto dipilih kembali
sebagai presiden untuk masa
jabatan keempat oleh MPR dan
mulai mengambil langkah
menjadikan Pancasila sebagai
ideologi negara. Dari Juni 1983
hingga Oktober 1983, Gus Dur
menjadi bagian dari kelompok yang
ditugaskan untuk menyiapkan
respon NU terhadap isu ini.
Gus Dur lalu menyimpulkan NU
harus menerima Pancasila sebagai
Ideologi Negara. Untuk lebih
menghidupkan kembali NU, dia
mengundurkan diri dari PPP dan
partai politik agar NU fokus pada
masalah sosial.
Pada Musyawarah Nasional NU
1984, Gus Dur dinominasikan
sebagai ketua PBNU dan dia
menerimanya dengan syarat
mendapat wewenang penuh untuk
memilih pengurus yang akan
bekerja di bawahnya.
Terpilihnya Gus Dur dilihat positif
oleh Suharto. Penerimaan Wahid
terhadap Pancasila bersamaan
dengan citra moderatnya
menjadikannya disukai pemerintah.
Pada 1987, dia mempertahankan
dukungan kepada rezim tersebut
dengan mengkritik PPP dalam
pemilihan umum legislatif 1987 dan
memperkuat Partai Golkar.
Ia menjadi anggota MPR dari Golkar.
Meskipun disukai rezim, Gus Dur
acap mengkritik pemerintah,
diantaranya proyek Waduk Kedung
Ombo yang didanai Bank Dunia. Ini
merenggangkan hubungannya
dengan pemerintah dan Suharto.
Selama masa jabatan pertamanya,
Gus Dur fokus mereformasi sistem
pendidikan pesantren dan berhasil
meningkatkan kualitas sistem
pendidikan pesantren sehingga
menandingi sekolah sekular.
Gus Dur terpilih kembali untuk masa
jabatan kedua Ketua PBNU pada
Musyawarah Nasional 1989. Saat itu,
Soeharto, yang terlibat dalam
pertempuran politik dengan ABRI,
berusaha menarik simpati Muslim.
Pada Desember 1990, Ikatan
Cendekiawan Muslim Indonesia
(ICMI) dibentuk untuk menarik hati
intelektual muslim di bawah
dukungan Soeharto dan diketuai BJ
Habibie. Pada 1991, beberapa
anggota ICMI meminta Gus Dur
bergabung, tapi ditolaknya karena
dianggap sektarian dan hanya
membuat Soeharto kian kuat.
Bahkan pada 1991, Gus Dur
melawan ICMI dengan membentuk
Forum Demokrasi, organisasi terdiri
dari 45 intelektual dari berbagai
komunitas religius dan sosial. Pada
Maret 1992, Gus Dur berencana
mengadakan Musyawarah Besar
untuk merayakan ulang tahun NU
ke-66 dan merencanakan acara itu
dihadiri paling sedikit satu juta
anggota NU.
Soeharto menghalangi acara
tersebut dengan memerintahkan
polisi mengusir bus berisi anggota
NU begitu tiba di Jakarta. Gus Dur
mengirim surat protes kepada
Soeharto menyatakan bahwa NU
tidak diberi kesempatan
menampilkan Islam yang terbuka,
adil dan toleran.
Menjelang Musyawarah Nasional
1994, Gus Dur menominasikan diri
untuk masa jabatan ketiga. Kali ini
Soeharto menentangnya. Para
pendukung Soeharto, seperti
Habibie dan Harmoko,
berkampanye melawan terpilihnya
kembali Gus Dur.
Ketika musyawarah nasional
diadakan, tempat pemilihan dijaga
ketat ABRI, selain usaha menyuap
anggota NU untuk tidak memilihnya.
Namun, Gus Dur tetap terpilih
sebagai ketua NU priode berikutnya.
Selama masa ini, Gus Dur memulai
aliansi politik dengan Megawati
Soekarnoputri dari Partai Demokrasi
Indonesia (PDI). Megawati yang
popularitasnya tinggi berencana
tetap menekan Soeharto.
Gus Dur menasehati Megawati
untuk berhati-hati, tapi Megawati
mengacuhkannya sampai dia harus
membayar mahal ketika pada Juli
1996 markasnya diambilalih
pendukung Ketua PDI dukungan
pemerintah, Soerjadi.
Pada November 1996, Gus Dur dan
Soeharto bertemu pertama kalinya
sejak pemilihan kembali Gus Dur
sebagai ketua NU. Desember tahun
itu juga dia bertemu dengan Amien
Rais, anggota ICMI yang kritis
terhadap kebijakan-kebijakan
pemerintah.
Juli 1997 merupakan awal krisis
moneter dimana Soeharto mulai
kehilangan kendali atas situasi itu.
Gus Dur didorong melakukan
gerakan reformasi dengan Megawati
dan Amien, namun terkena stroke
pada Januari 1998.
Pada 19 Mei 1998, Gus Dur,
bersama delapan pemimpin
komunitas Muslim, dipanggil
Soeharto yang memberikan konsep
Komite Reformasi usulannya. Gus
Dur dan delapan orang itu menolak
bergabung dengan Komite
Reformasi.
Amien, yang merupakan oposisi
Soeharto paling kritis saat itu, tidak
menyukai pandangan moderat Gus
Dur terhadap Soeharto. Namun,
Soeharto kemudian mundur pada 21
Mei 1998. Wakil Presiden Habibie
menjadi presiden menggantikan
Soeharto. Salah satu dampak
jatuhnya Soeharto adalah lahirnya
partai politik baru, dan pada Juni
1998, komunitas NU meminta Gus
Dur membentuk partai politik baru.
Baru pada Juli 1998 Gus Dur
menanggapi ide itu karena
mendirikan partai politik adalah satu-
satunya cara untuk melawan Golkar
dalam pemilihan umum. Partai itu
adalah Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB). Pada 7 Februari 1999, PKB
resmi menyatakan Gus Dur sebagai
kandidat presidennya.
Pemilu April 1999, PKB
memenangkan 12% suara dengan
PDIP memenangkan 33% suara.
Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali
mulai memilih presiden baru.
Abdurrahman Wahid terpilih
sebagai Presiden Indonesia ke-4
dengan 373 suara, sedangkan
Megawati hanya 313 suara.
Semasa pemerintahannya, Gus Dur
membubarkan Departemen
Penerangan dan Departemen Sosial
serta menjadi pemimpin pertama
yang memberikan Aceh referendum
untuk menentukan otonomi dan
bukan kemerdekaan seperti di Timor
Timur. Pada 30 Desember 1999,
Gus Dur mengunjungi Jayapura dan
berhasil meyakinkan pemimpin-
pemimpin Papua bahwa ia
mendorong penggunaan nama
Papua.
Pada Maret 2000, pemerintahan Gus
Dur mulai bernegosiasi dengan
Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dua
bulan kemudian, pemerintah
menandatangani nota kesepahaman
dengan GAM. Gus Dur juga
mengusulkan agar TAP MPRS No.
XXIX/MPR/1966 yang melarang
Marxisme-Leninisme dicabut.
Ia juga berusaha membuka
hubungan diplomatik dengan Israel,
sementara dia juga menjadi tokoh
pertama yang mereformasi militer
dan mengeluarkan militer dari ruang
sosial-politik. Muncul dua skandal
pada tahun 2000, yaitu skandal
Buloggate dan Bruneigate, yang
kemudian menjatuhkannya.
Pada Januari 2001, Gus Dur
mengumumkan bahwa Tahun Baru
Cina (Imlek) menjadi hari libur
opsional. Tindakan ini diikuti dengan
pencabutan larangan penggunaan
huruf Tionghoa. Pada 23 Juli 2001,
MPR secara resmi memakzulkan
Gus Dur dan menggantikannya
dengan Megawati Soekarnoputri.
Pada Pemilu April 2004, PKB
memperoleh 10.6% suara dan
memilih Wahid sebagai calon
presiden. Namun, Gus Dur gagal
melewati pemeriksaan medis dan
KPU menolak memasukannya
sebagai kandidat. Gus Dur lalu
mendukung Solahuddin yang
merupakan pasangan Wiranto. Pada
5 Juli 2004, Wiranto dan Solahuddin
kalah dalam pemilu. Di Pilpres
putaran dua antara pasangan
Yudhoyono-Kalla dengan Megawati-
Muzadi, Gus Dur golput.
Agustus 2005, Gus Dur, dalam
Koalisi Nusantara Bangkit Bersatu
bersama Try Sutrisno, Wiranto,
Akbar Tanjung dan Megawati
mengkritik kebijakan pemerintahan
Susilo Bambang Yudhoyono,
terutama dalam soal pencabutan
subsidi BBM.
Kehidupan pribadi
Gus Dur menikah dengan Sinta
Nuriyah dan dikaruniai empat orang
anak: Alissa Qotrunnada, Zanubba
Ariffah Chafsoh (Yenny), Anita
Hayatunnufus, dan Inayah
Wulandari.
Yenny aktif berpolitik di PKB dan saat
ini adalah Direktur The Wahid
Institute.
Gus Dur wafat, hari Rabu, 30
Desember 2009, di Rumah Sakit
Cipto Mangunkosumo, Jakarta,
pukul 18.45 akibat berbagai
komplikasi penyakit, diantarnya
jantung dan gangguan ginjal yang
dideritanya sejak lama.
Sebelum wafat dia harus menjalani
cuci darah rutin. Seminggu sebelum
dipindahkan ke Jakarta ia sempat
dirawat di Surabaya usai
mengadakan perjalanan di Jawa
Timur.
Penghargaan
Pada 1993, Gus Dur menerima
Ramon Magsaysay Award,
penghargaan cukup prestisius untuk
kategori kepemimpinan sosial.
Dia ditahbiskan sebagai “Bapak
Tionghoa” oleh beberapa tokoh
Tionghoa Semarang di Kelenteng
Tay Kak Sie, Gang Lombok, pada 10
Maret 2004.
Pada 11 Agustus 2006, Gadis Arivia
dan Gus Dur mendapatkan Tasrif
Award-AJI sebagai Pejuang
Kebebasan Pers 2006. Gus Dur dan
Gadis dinilai memiliki semangat, visi,
dan komitmen dalam
memperjuangkan kebebasan
berekpresi, persamaan hak,
semangat keberagaman, dan
demokrasi di Indonesia.
Ia mendapat penghargaan dari
Simon Wiethemthal Center, sebuah
yayasan yang bergerak di bidang
penegakan HAM karena dianggap
sebagai salah satu tokoh yang peduli
persoalan HAM.
Gus Dur memperoleh penghargaan
dari Mebal Valor yang berkantor di
Los Angeles karena Wahid dinilai
memiliki keberanian membela kaum
minoritas.
Dia juga memperoleh penghargaan
dari Universitas Temple dan
namanya diabadikan sebagai nama
kelompok studi Abdurrahman
Wahid Chair of Islamic Study.
Gus Dur memperoleh banyak gelar
Doktor Kehormatan (Doktor Honoris
Causa) dari berbagai lebaga
pendidikan, yaitu:
- Doktor Kehormatan bidang
Kemanusiaan dari Netanya
University, Israel (2003)
- Doktor Kehormatan bidang
Hukum dari Konkuk University,
Seoul, Korea Selatan (2003)
- Doktor Kehormatan dari Sun Moon
University, Seoul, Korea Selatan
(2003)
- Doktor Kehormatan dari Soka
Gakkai University, Tokyo, Jepang
(2002)
- Doktor Kehormatan bidang Filsafat
Hukum dari Thammasat University,
Bangkok, Thailand (2000)
- Doktor Kehormatan dari Asian
Institute of Technology, Bangkok,
Thailand (2000)
- Doktor Kehormatan bidang Ilmu
Hukum dan Politik, Ilmu Ekonomi
dan Manajemen, dan Ilmu
Humaniora dari Pantheon Sorborne
University, Paris, Perancis (2000)
- Doktor Kehormatan dari
Chulalongkorn University, Bangkok,
Thailand (2000)
- Doktor Kehormatan dari Twente
University, Belanda (2000)
- Doktor Kehormatan dari Jawaharlal
Nehru University, India (2000)

Nabi Muhammad saw berasal dari
kabilah Quraisy, tepatnya keturunan
Hasyim. Ayah beliau adalah
Abdullah bin Abdul Muthalib, cucu
Hasyim. Ibunda beliau adalah
Aminah binti Wahb yang berasal
dari keturunan Bani Zuhrah, salah
satu kabilah Quraisy.
Setelah menikah, Abdullah
melakukan pepergian ke Syam.
Ketika pulang dari pepergian itu, ia
wafat di Madinah dan dikuburkan di
kota itu juga.
Setelah beberapa bulan dari
wafatnya sang ayah berlalu, Nabi
pamungkas para nabi lahir di bulan
Rabi’ul Awal, tahun 571 Masehi di
Makkah, dan dengan kelahirannya
itu, dunia menjadi terang-
benderang. Sesuai dengan
kebiasaan para bangsawan Makkah,
ibundanya menyerahkan
Muhammad kecil kepada Halimah
Sa’diyah dari kabilah Bani Sa’d untuk
disusui. Beliau tinggal di rumah
Halimah selama empat tahun.
Setelah itu, sang ibu mengambilnya
kembali.
Dengan tujuan untuk berkunjung ke
kerabat ayahnya di Madinah, sang
ibunda membawanya pergi ke
Madinah. Dalam perjalanan pulang
ke Makkah, ibundanya wafat dan
dikebumikan di Abwa`, sebuah
daerah yang terletak antara Makkah
dan Madinah. Setelah ibunda beliau
wafat, secara bergantian, kakek dan
paman beliau, Abdul Muthalib dan
Abu Thalib memelihara beliau. Pada
usia dua puluh lima tahun, beliau
menikah dengan Khadijah yang
waktu itu sudah berusia empat
puluh tahun. Beliau menjalani hidup
bersamanya selama dua puluh lima
tahun hingga ia wafat pada usia
enam puluh lima tahun.
Pada usia empat puluh tahun, beliau
diutus menjadi nabi oleh Allah. Ia
mewahyukan kepada beliau al-
Quran yang seluruh manusia dan
jin tidak mampu untuk
menandinginya. Ia menamakan
beliau sebagai pamungkas para nabi
dan memujinya karena kemuliaan
akhlaknya.
Beliau hidup di dunia ini selama
enam puluh tiga tahun. Menurut
pendapat masyhur, beliau wafat
pada hari Senin bulan Shafar 11
Hijriah di Madinah.
Bukti Kenabian Rasulullah saw
Secara global, kenabian seorang
nabi dapat diketahui melalui tiga
jalan:
1. Pengakuan sebagai nabi.
2. Kelayakan menjadi nabi.
3. Mukjizat.
Pengakuan Sebagai Nabi
Telah diketahui oleh setiap orang
bahwa Rasulullah saw telah
mengaku sebagai nabi di Makkah
pada tahun 611 M., masa di mana
syirik, penyembahan berhala dan
api telah menguasai seluruh dunia.
Hingga akhir usia, beliau selalu
mengajak umat manusia untuk
memeluk agama Islam, dan sangat
banyak sekali di antara mereka yang
mengikuti ajakan beliau itu.
Kelayakan Menjadi Nabi
Maksud asumsi di atas adalah
seorang yang mengaku menjadi
nabi harus memiliki akhlak dan
seluruh etika yang terpuji, dari sisi
kesempurnaan jiwa harus orang
yang paling utama, tinggi dan
sempurna, dan terbebaskan dari
segala karakterisitik yang tidak
terpuji. Semua itu telah dimiliki oleh
Rasulullah saw. Musuh dan teman
memuji beliau karena akhlaknya,
memberitakan sifat-sifat sempurna
dan kelakuan terpujinya dan
membebaskannya dari setiap
karakterisitik yang buruk.
Kesimpulannya, akhlak beliau yang
mulia, tata krama beliau yang
terpuji, perubahan dan revolusi
yang beliau cetuskan di seanterao
dunia, khususnya di Hijaz dan
jazirah Arab, dan sabda-sabda
beliau yang mulia berkenaan dengan
tauhid, sifat-sifat Allah, hukum halal
dan haram, serta nasihat-nasihat
beliau telah membuktikan kelayakan
beliau untuk menduduki kursi
kenabian, dan setiap orang yang
insaf tidak akan meragukan semua
itu.
Mukjizat
Mukjizat dapat disimpulkan dalam
lima hal:
1. Mukjizat akhlak.
2. Mukjizat ilmiah.
3. Mukjizat amaliah.
4. Mukjizat maknawiyah.
5. Mukjizat keturunan.
Mukjizat Akhlak
Sejak masa muda, Nabi Muhammad
saw telah dikenal dengan kejujuran,
amanat, kesabaran, ketegaran, dan
kedermawanan. Dalam kesabaran
dan kerendahan diri beliau tidak
memiliki sekutu dan dalam
kemanisan etika beliau tak
tertandingi. “Sesungguhnya engkau
berada di puncak akhlak yang
agung.” Dalam memaafkan, beliau
tak ada taranya. Ketika mendapatkan
gangguan dan cemoohan
masyarakatnya, beliau hanya
berkata اَللّهُمَّ اغْفِرْ
لِقَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَ
يَعْلَمُوْنَ “Ya Allah,
ampunilah kaumku, karena mereka
tidak mengetahui.”Beliau selalu
mengharapkan kebaikan seluruh
umat manusia, penyayang dan
belas-kasih terhadap mereka. “Ia
belas-kasih dan pengasih terhadap
Mukminin.”
Beliau tidak pernah
menyembunyikan keceriaan wajah
terhadap para sahabat dan selalu
mencari berita tentang kondisi
mereka. Beliau selalu memberikan
tempat khusus kepada orang-orang
baik di sisi beliau. Orang yang paling
utama di sisi beliau adalah orang
yang dikenal dengan kebajikanya
terhadap Muslimin dan orang yang
termulia adalah orang yang lebih
bertindak toleran dan tolong-
menolong terhadap umat Islam.
Beliau tida pernah duduk dan
bangun (dari duduk) kecuali dengan
menyebut nama Allah dan
mayoritasnya, beliau duduk
menghadap ke arah Kiblat. Beliau
tidak pernah menentukan tempat
duduk khusus bagi dirinya. Beliau
memperlakukan masyarakat
sedemikian rupa sehingga mereka
merasa dirinya adalah orang
termulia di sisi beliau. Beliau tidak
banyak berbiacara dan tidak pernah
memotong pembicaraan seseorang
kecuali ia berbicara kebatilan. Beliau
tidak pernah mencela dan mencerca
seseorang. Beliau tidak pernah
mencari-cari kesalahan orang lain.
Budi pelerti beliau yang menyeluruh
telah meliputi seluruh umat
manusia. Beliau selalu sabar
menghadapi perangai buruk bangsa
Arab dan orang-orang yang asing
bagi beliau. Beliau selalu duduk di
atas tanah dan duduk bersama
orang-orang miskin serta makan
bersama mereka. Dalam makan dan
berpakaian, beliau tidak pernah
melebihi rakyat biasa. Setiap
berjumpa dengan seseorang, beliau
selalu memulai mengucapkan salam
dan berjabat tangan dengannya.
Beliau tidak pernah mengizinkan
siapa pun berdiri (untuk
menghormati)nya. Beliau selalu
menghormati orang-orang berilmu
dan berakhlak mulia. Dibandingkan
dengan yang lain, beliau lebih
bijaksana, sabar, adil, berani dan
pengasih. Beliau selalu menghormati
orang-orang tua, menyayangi anak-
anak kecil dan membantu orang-
orang yang terlantar. Sebisa
mungkin, beliau tidak pernah makan
sendirian. Ketika beliau meninggal
dunia, beliau tidak meninggalkan
sekeping Dinar dan Dirham pun.
Keberanian beliau sangat terkenal
sehingga Imam Ali as pernah
berkata: “Ketika perang mulai
memanas, kami berlindung kepada
beliau.”
Rasa memaafkan beliau sangat
besar. Ketika berhasil membebaskan
Makkah, beliau memegang pintu
Ka’bah seraya bersabda (kepada
musyrikin Makkah): “Apa yang kalian
katakan dan sangka sekarang?”
Mereka menjawab: “Kami
mengatakan dan menyangka
kebaikan (terhadapmu). Engkau
adalah seorang pemurah dan putra
seorang pemurah. Engkau telah
berhasil berkuasa terhadap kami.
Engkau pasti mampu melakukan
apa yang kau inginkan.” Mendengar
pengakuan mereka ini, hati beliau
tersentuh dan menangis. Ketika
penduduk Makkah melihat kejadian
itu, mereka pun turut menangis.
Setelah itu beliau bersabda: “Aku
mengatakan seperti apa yang
pernah dikatakan oleh saudaraku
Yusuf bahwa ‘Tiada cercaan bagi
kalian pada hari ini. Allah akan
mengampuni kalian, dan Ia adalah
Lebih Pengasih dari para
pengasih’.” (QS. Yusuf: 92) Beliau
memaafkan seluruh kriminalitas dan
kejahatan yang pernah mereka
lakukan seraya mengucapkan sabda
beliau yang spektakuler: “Pergilah!
Kalian bebas.”
Mukjizat Ilmiah
Dengan merujuk kepada buku-buku
yang memuat sabda, pidato dan
nasihat-nasihat beliau secara
panjang lebar, mukjizat ilmiah beliau
ini dapat dipahami dengan jelas.
Mukjizat Amaliah
Dapat diakui bahwa seluruh perilaku
beliau dari sejak lahir hingga wafat
adalah sebuah mukjizat. Dengan
sedikit merenungkan kondisi dan
karakteristik masyarakat Hijaz,
khususnya masyarakat kala itu,
kemukjizatan seluruh perilaku beliau
akan jelas bagi kita. Beliau bak
sebuah bunga yang tumbuh di
ladang duri. Beliau tidak hanya tidak
terpengaruh oleh karakteristik duri-
duri itu, bahkan beliau berhasil
merubahnya. Beliau tidak hanya
terpengaruh oleh kondisi kehidupan
masyarakat kala itu, bahkan beliau
berhasil mempengaruhi gaya hidup
mereka.
Dalam kurun waktu dua puluh tiga
tahun, beliau telah berhasil
melakukan empat pekerjaan besar
dan fundamental meskipun banyak
aral melintang dan problema yang
melilit. Masing-masing pekerjaan itu
dalam kondisi normal semestinya
memerlukan usaha bertahun-tahun
untuk dapat tegak berdiri sepanjang
masa. Keempat pekerjaan besar itu
adalah sebagai berikut:
Pertama, berbeda dengan agama-
agama yang sedang berlaku pada
masa beliau, beliau mendirikan
sebuah agama baru yang bersifat
Ilahi. Beliau telah berhasil
menciptakan banyak orang beriman
kepada agama tersebut sehingga
sampai sekarang pun pengaruh
spiritual beliau masih kuat tertanam
di dalam lubuk hati ratusan juta
pengikutnya. Menjadikan seseorang
taat adalah sebuah pekerjaan yang
mudah. Akan tetapi, menundukkan
hati masyarakat, itu pun sebuah
masyarakat fanatis dan bodoh tanpa
syarat dan menjadikan mereka taat
dari lubuk hati bukanlah sebuah
pekerjaan yang mudah.
Kedua, dari kabilah-kabilah
berpecah-belah yang selalu saling
bermusuhan dan memiliki hobi
berperang, beliau berhasil sebuah
umat yang satu dan menjalin
persaudaraan, persamaan,
kebebasan dan kesatun kalimat
dalam arti yang sebenarnya di
antara mereka. Setelah beberapa
tahun berlalu, beliau berhasil
membentuk sebuah umat yang
bernama umat Muhammad saw.
Hingga sekarang umat ini masih
eksis dan terus bertambah.
Ketiga, di tengah-tengah kabilah
yang berpecah-belah, masing-
masing memiliki seorang
pemimpin, biasa melakukan
pekerjaan secara tersendiri dan tidak
pernah memiliki sebuah
pemerintahan yang terpusat itu,
beliau berhasil membentuk sebuah
pemerintahan yang berlandaskan
kepada kebebasan dan kemerdekaan
yang sempurna. Dari sisi kekuatan
dan kemampuan, pemerintahan ini
pernah menjadi satu-satunya
pemerintahan mutlak di dunia
setelah satu abad berlalu.
Beliau pernah menulis enam surat
dalam satu hari kepada para raja
penguasa masa itu dan mengajak
mereka untuk memeluk Islam, raja-
raja yang menganggap diri mereka
berada di puncak kekuatan dan
meremehkan kaum Arab.
Ketika surat beliau sampai ke tangan
raja Iran dan melihat nama beliau
disebutkan di atas namanya, ia
marah seraya memerintahkan para
suruhannya untuk pergi ke Madinah
dan membawa Muhammad ke
hadapannya.
Ya! Para raja itu berpikir bahwa
bangsa Arab adalah sebuah bangsa
yang tidak akan menunjukkan reaksi
apa pun di hadapan pasukan kecil
seperti bala tentara Habasyah.
Bahkan, mereka akan lari tunggang-
langgang meninggalkan Makkah dan
kehidupan mereka, serta berlindung
ke gunung-gunung. Mereka tidak
dapat memahami bahwa bangsa
Arab telah memiliki seorang
pemimpin Ilahi dan mereka
bukanlah bangsa Arab yang dulu
lagi.
Keempat, dalam kurun waktu dua
puluh tiga tahun, beliau telah
menetapkan dan menunjukkan
sederetan undang-undang yang
mencakup seluruh kebutuhan umat
manusia. Undang-undang ini akan
tetap kekal hingga hari Kiamat, dan
mempraktikkannya dapat
mendatangkan kebahagiaan umat
manusia. Undang-undang ini tidak
akan pernah layu. “Kehalalan
Muhammad adalah halal selamanya
hingga hari Kiamat dan
keharamannya adalah haram
selamanya hingga hari Kiamat.”[1]
Undang-undang ini akan selamanya
hidup kekal. Di hauzah-hauzah
ilmiah selalu dibahas dan
didiskusikan oleh para fuqaha besar
dalam sebuah obyek pembahasan
fiqih, Furu’uddin dan kewajiban
amaliah.
Mukjizat Ma’nawiyah
Mukjizat abadi beliau adalah al-
Quran yang telah turun kepada
beliau dalam kurun waktu dua puluh
tiga tahun, dan dari sejak saat itu
hingga sekarang selalu
mendapatkan perhatian dan
penelaahan dari berbagai segi oleh
seluruh masyarakat dunia. Kitab ini
berhasil membangkitkan rasa heran
para ilmuan dan sepanjang masa
masih memiliki kekokohan dan
kedudukannya yang mulia. Kitab ini
terselamatkan dari segala bentuk
tahrif, pengurangan dan
penambahan. Ratusan tafsir dan
buku tentang hakikat arti dan kosa
katanya telah ditulis. Allah telah
menjamin keterjagaannya dalam
firman-Nya:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا
الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ
لَحَافِظُوْنَ
“ Kami-lah yang telah menurunkan
al-Quran ini dan Kami pulalah yang
akan menjaganya.”[2]
Mukjizat Keturunan
Salah satu mukjizat beliau yang lain
adalah keturunan suci beliau yang
terjaga dari dosa. Hanya kedudukan
tinggi kenabianlah yang mampu
menghaturkan putri-putri dan para
imam ma’shum seperti ini kepada
masyarakat. Seseorang yang sadar
dengan memperhatikan ilmu,
kehidupan, ucapan dan perilaku
Ahlubait as akan mengakui bahwa
setiap dari mereka, sebagaimana al-
Quran, adalah dalil tersendiri atas
kenabian Rasulullah saw.
Seandainya tidak ada dalil lain untuk
membuktikan kenabian Rasulullah
saw kecuali keberadaan keturunan
semacam itu, hal itu sudah
mencukupi dan hujjah sudah
sempurna. Pembahasan panjang-
lebar tentang masalah ini tidak
relevan untuk kesempatan pendek
ini.
KARAKTER DAN KEUTAMAAN
RASULLULLAH SAW
Salah satu karekter rasulullah saw
yang paling menonjol adalah
kemenangan tidak menjaga kan dia
bangga hal ini bisa kita lihat diperang
badar dan pembebasan kita makkah
(fathu makkah) dan kekalahan tidak
membuat dia putus asa dapat kita
lihat pristiwa perang uhud bahkan
dengan cekatan is mempersiapkan
pasukan baru untuk menghadapi
hamru”ul asad dan pengingkari
perjanjian yang dilakukan kaum
yahudi bani quraizah ,dan
kewaspadaan beliau,selalu
mengedek kekuatan musuh dengan
teliti dan mempersiapkan segalanya.
Dia memperlakukan kaum dan
pengikutnya dengan tujuan
mempererat silaturrahmi dan selalu
menamamkan rasa percaya diri
dalam mereka is selalu mengasihi
anak anak kecil dan mengayomi
mereka.berbuat baik dengan fakir
miskin dan terhadap hewan dia
selalu menanamkan rasa kasih
sayang dan melarang untuk
menyakiti binatang
Salah satu contoh rasa
prikemanusian rasul saw adalah
ketika mengutus pasukan untuk
berperang dengan musuh dia selalu
berpesan tidak boleh menyerang
kaum sipil,dia lebih memilih damai
terhadap musuh dari pada
berperang ketika berperang dia
berpesan tidak boleh membunuh
lanjut usia anak kecil perempuan
dan mengniaya musuh yang sudah
tidak berdaya
Ketika kaum quraisi minta suaka
politik kepadanya ia tidak
memberlakukan baikot ekonomi
bahkan ia menyepakati import
gandum dari yaman
Ia juga menyerukan realisasikan
sebuah perdamaian dunia dan
melarang peperanga kecuali hal
yang darurat
D. USAHA RASUL SAW DALAM
MEMBENTUK MASYARAKAT
&BERPRIKEMANUSIAN
Kedatangan rasul adalah sebuah
rahmat bagi manusia semuanya is
tidak pernah membedakan
seseorang pun baik itu kulit putih
atau kulit hitam dan dari suku
bangsa mana,karma semua
manusia itu makan dari rizki allah
yang diberikan allah
Rasul saw mengajak manusia untuk
1:meningkatkan harkat martabat
manusia ia bersabda semua
manusia berasil dari adam dan ia
berasal dari tanah
2: mengajak damai sebelum perang
3: memaafkan sebelom membalas
4: mempermudah seseorang
sebelom membalas perbuatan
dari uraian diatas dapat kita
simpulkan bahwa peperangan yang
dilaksanakan bertujuan untuk
merealisasikan tujuan tujuan insani
yang agung dan menuju kepada
tatanan masyarakat yang
berprikemanusian
ia telah membuktikan bahwa dirinya
adalah sebuah rahmat bagi manusia
dan alam semesta peristiwa itu bisa
dilihat dari pembebasan kota
makkah dangan segala kemenangan
yang telah digapai saat itu ia tetap
berbuat baik dengan musuh dan
enggan untuk membalas dendam
padahal ia dapat melaksanakan ia
pernah memaafkan mereka dengan
sabda”pergilah kalian karma kalian
sekarang sudah bebas pada waktu
perang dzatur riqa dia berasil
menangkap pemimpin gauts bin al
harits yang berusaha beberapa kali
membunuh beliau akan tetapi tetap
dimaafkan
rasul memperlakukan tawanan
perang dengan baik ,ia telah
membebaskan seorang tawanan
perang dengan tangan dia sendiri
disaat ia mendengar keluhan rasa
sakit tangannya diikat.
RASUL SEBAGAI PANGLIMA
PERANG
Kita bisa lihat keberasilan beliau
dalam memenangkan peperangan
dan menciptakan perdamaian dan
mengujudkan manusia yang
berakhlak dan memimpin pasukan
dengan gagah berani
TATA KRAMA BERGAUL
Beliau tidak pernah sombong dalam
pergaulan selalu tersenyum berbuat
baik sesame manusia selalu
menyenguk orang sakit tidak pernah
memotong pembicaraan lawan
tidak pernah mengangap dirinya
mulia dari teman yang diajak bicara
Masih banyak lagi sipat2 rasul yang
kita bisa dapat teladani.. mudah2an
kita bisa dapat meniru akhlak
rasulullah amin….
mudah mudahan kita berusaha
untuk bisa menjadikan nabi
muhammad sebagai huswatun
hasanah dalam kehidupan kita amin

Albert Einstein (14 Maret 1879–18
April 1955) adalah seorang ilmuwan
fisika teoretis yang dipandang luas
sebagai ilmuwan terbesar dalam
abad ke-20. Dia mengemukakan
teori relativitas dan juga banyak
menyumbang bagi pengembangan
mekanika kuantum, mekanika
statistik, dan kosmologi. Dia
dianugerahi Penghargaan Nobel
dalam Fisika pada tahun 1921 untuk
penjelasannya tentang efek
fotoelektrik dan “pengabdiannya
bagi Fisika Teoretis”. Setelah teori
relativitas umum dirumuskan,
Einstein menjadi terkenal ke seluruh
dunia, pencapaian yang tidak biasa
bagi seorang ilmuwan. Di masa
tuanya, keterkenalannya melampaui
ketenaran semua ilmuwan dalam
sejarah, dan dalam budaya populer,
kata Einstein dianggap bersinonim
dengan kecerdasan atau bahkan
jenius. Wajahnya merupakan salah
satu yang paling dikenal di seluruh
dunia. Pada tahun 1999, Einstein
dinamakan “Orang Abad Ini” oleh
majalah Time. Kepopulerannya juga
membuat nama “Einstein”
digunakan secara luas dalam iklan
dan barang dagangan lain, dan
akhirnya “Albert Einstein” didaftarkan
sebagai merk dagang. Untuk
menghargainya, sebuah satuan
dalam fotokimia dinamai einstein,
sebuah unsur kimia dinamai
einsteinium, dan sebuah asteroid
dinamai 2001 Einstein.
Biografi
1. Masa muda dan universitas
Einstein dilahirkan di Ulm di
Württemberg, Jerman; sekitar 100
km sebelah timur Stuttgart.
Bapaknya bernama Hermann
Einstein, seorang penjual ranjang
bulu yang kemudian menjalani
pekerjaan elektrokimia, dan ibunya
bernama Pauline. Mereka menikah di
Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga
mereka keturunan Yahudi; Albert
disekolahkan di sekolah Katholik dan
atas keinginan ibunya dia diberi
pelajaran biola. Pada umur lima,
ayahnya menunjukkan kompas
kantung, dan Einstein menyadari
bahwa sesuatu di ruang yang
“kosong” ini beraksi terhadap jarum
di kompas tersebut; dia kemudian
menjelaskan pengalamannya ini
sebagai salah satu saat yang paling
menggugah dalam hidupnya.
Meskipun dia membuat model dan
alat mekanik sebagai hobi, dia
dianggap sebagai pelajar yang
lambat, kemungkinan disebabkan
oleh dyslexia, sifat pemalu, atau
karena struktur yang jarang dan
tidak biasa pada otaknya (diteliti
setelah kematiannya).
Dia kemudian diberikan
penghargaan untuk teori
relativitasnya karena kelambatannya
ini, dan berkata dengan berpikir
dalam tentang ruang dan waktu dari
anak-anak lainnya, dia mampu
mengembangkan kepandaian yang
lebih berkembang. Pendapat
lainnya, berkembang belakangan ini,
tentang perkembangan mentalnya
adalah dia menderita Sindrom
Asperger, sebuah kondisi yang
berhubungan dengan autisme.
Einstein mulai belajar matematika
pada umur dua belas tahun. Ada
gosip bahwa dia gagal dalam
matematika dalam jenjang
pendidikannya, tetapi ini tidak benar;
penggantian dalam penilaian
membuat bingung pada tahun
berikutnya. Dua pamannya
membantu mengembangkan
ketertarikannya terhadap dunia
intelek pada masa akhir kanak-
kanaknya dan awal remaja dengan
memberikan usulan dan buku
tentang sains dan matematika. Pada
tahun 1894, dikarenakan kegagalan
bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein
pindah dari Munich ke Pavia, Italia
(dekat Milan). Albert tetap tinggal
untuk menyelesaikan sekolah,
menyelesaikan satu semester
sebelum bergabung kembali dengan
keluarganya di Pavia. Kegagalannya
dalam seni liberal dalam tes masuk
Eidgenössische Technische
Hochschule (Institut Teknologi Swiss
Federal, di Zurich) pada tahun
berikutnya adalah sebuah langkah
mundur;j dia oleh keluarganya
dikirim ke Aarau, Swiss, untuk
menyelesaikan sekolah
menengahnya, di mana dia
menerima diploma pada tahun
1896, Einstein beberapa kali
mendaftar di Eidgenössische
Technische Hochschule. Pada tahun
berikutnya dia melepas
kewarganegaraan Württemberg,
dan menjadi tak
bekewarganegaraan.
Pada 1898, Einstein menemui dan
jatuh cinta kepada Mileva Maric,
seorang Serbia yang merupakan
teman kelasnya (juga teman Nikola
Tesla). Pada tahun 1900, dia
diberikan gelar untuk mengajar oleh
Eidgenössische Technische
Hochschule dan diterima sebagai
warga negar Swiss pada 1901.
Selama masa ini Einstein
mendiskusikan ketertarikannya
terhadap sains kepada teman-teman
dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan
Mileva memiliki seorang putri
bernama Lieserl, lahir dalam bulan
Januari tahun 1902. Lieserl, pada
waktu itu, dianggap tidak legal
karena orang tuanya tidak menikah.
2. Kerja dan Gelar Doktor
Pada saat kelulusannya Einstein tidak
dapat menemukan pekerjaan
mengajar, keterburuannya sebagai
orang muda yang mudah membuat
marah professornya. Ayah seorang
teman kelas menolongnya
mendapatkan pekerjaan sebagai
asisten teknik pemeriksa di Kantor
Paten Swiss dalah tahun 1902. Di
sana, Einstein menilai aplikasi paten
penemu untuk alat yang
memerlukan pengatahuan fisika. Dia
juga belajar menyadari pentingnya
aplikasi dibanding dengan
penjelasan yang buruk, dan belajar
dari direktur bagaimana
“menjelaskan dirinya secara benar”.
Dia kadang-kadang membetulkan
desain mereka dan juga
mengevaluasi kepraktisan hasil kerja
mereka. Einstein menikahi Mileva
pada 6 Januari 1903. Pernikahan
Einstein dengan Mileva, seorang
matematikawan, adalah
pendamping pribadi dan
kepandaian; Pada 14 Mei 1904, anak
pertama dari pasangan ini, Hans
Albert Einstein, lahir. Pada 1904,
posisi Einstein di Kantor Paten Swiss
menjadi tetap. Dia mendapatkan
gelar doktor setelah menyerahkan
thesis “Eine neue Bestimmung der
Moleküldimensionen” (“On a new
determination of molecular
dimensions”) dalam tahun 1905 dari
Universitas Zürich.
Di tahun yang sama dia menulis
empat artikel yang memberikan
dasar fisika modern, tanpa banyak
sastra sains yang dapat ia tunjuk
atau banyak kolega dalam sains
yang dapat ia diskusikan tentang
teorinya. Banyak fisikawan setuju
bahwa ketiga thesis itu (tentang
gerak Brownian), efek fotoelektrik,
dan relativitas spesial) pantas
mendapat Penghargaan Nobel.
Tetapi hanya thesis tentang efek
fotoelektrik yang mendapatkan
penghargaan tersebut. Ini adalah
sebuah ironi, bukan hanya karena
Einstein lebih tahu banyak tentang
relativitas, tetapi juga karena efek
fotoelektrik adalah sebuah fenomena
kuantum, dan Einstein menjadi
terbebas dari jalan dalam teori
kuantum. Yang membuat thesisnya
luar biasa adalah, dalam setiap
kasus, Einstein dengan yakin
mengambil ide dari teori fisika ke
konsekuensi logis dan berhasil
menjelaskan hasil eksperimen yang
membingungkan para ilmuwan
selama beberapa dekade. Dia
menyerahkan thesis-thesisnya ke
“Annalen der Physik”. Mereka
biasanya ditujukan kepada “Annus
Mirabilis Papers” (dari Latin: Tahun
luar biasa). Persatuan Fisika Murni
dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan
untuk merayakan 100 tahun
publikasi pekerjaan Einstein di tahun
1905 sebagai Tahun Fisika 2005.
3. Gerakan Brownian
Di artikel pertamanya di tahun 1905
bernama “On the Motion—Required
by the Molecular Kinetic Theory of
Heat—of Small Particles Suspended
in a Stationary Liquid”, mencakup
penelitian tentang gerakan
Brownian. Menggunakan teori
kinetik cairan yang pada saat itu
kontroversial, dia menetapkan
bahwa fenomena, yang masih
kurang penjelasan yang
memuaskan setelah beberapa
dekade setlah ia pertama kali
diamati, memberikan bukti empirik
(atas dasar pengamatan dan
eksperimen) kenyataan pada atom.
Dan juga meminjamkan keyakinan
pada mekanika statistika, yang pada
saat itu juga kontroversial. Sebelum
thesis ini, atom dikenal sebagai
konsep yang berguan, tetapi
fisikawan dan kimiawan berdebat
dengan sengit apakah atom benar
suatu benda yang nyata. Diskusi
statistik Einstein tentang kelakuan
atom memberikan pelaku
eksperimen sebuah cara untuk
menghitung atom hanya dengan
melihat melalui mikroskop biasa.
Wilhelm Ostwald, seorang
pemimpin sekolah anti-atom,
kemudian memberitahu Arnold
Sommerfeld bahwa ia telah
berkonversi kepada penjelasan
komplit Einstein tentang gerakan
Brownian.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.